BAGIAN I: HAPPY OLD YEAR Dua minggu lalu, seorang kawan kenalan merekomendasikanku sebuah film yang (katanya) bagus dan cocok untukku. Malam ini, sepuluh menit sebelum ide menulis ini lahir, baru kutuntaskan film itu. Happy Old Year, judul film itu. Aku dan kawanku lumayan sering bertukar film yang pernah kami tonton. Saat itu kami pergi nonton bersama. Namun, bukan Happy Old Year yang kami tonton, melainkan film Fantastic Beast: The Secrets of Dumbledore. Singkat cerita, selepas memasuki ruang teater dan berhasil menemukan kursi kami,kuberikan tiket nonton itu kepadanya. "Simpan saja, biasanya cewek suka koleksi tiket nonton 'kan?" Sejujurnya aku tidak biasa menyimpan tiket nonton. Entah, memilihnya menyisipkan di sela-sela dompet sama seperti memilih menyimpan sampah bukan pada tempatnya. Baiklah, mari pahami bahwa setiap...
Perempuan Di Batas Kutukan “Barang siapa enggan berpuas pada dirinya dan dunianya sendiri, tiada sanggup menerima apa-apa yang cukup serta mengasihani dan mengasihi siapa-siapa maka ia takkan lelah mengingkari kemahaan Dia yang menyertai dalam dirinya sendiri.” Suatu sore yang mendung, awan-awan yang menguasai bumi seperti enggan menampakkan keceriaannya yang cerah hari itu. Orang bilang, sesuatu yang besar dan menguasai akan berdampak pada hal kecil disekitarnya. Begitu pula dengan langit yang menaungi bumi yang keparat ini. Nampaknya, kemurungan langit tertuju pada bumi dan seisinya, paling nyata itu ada pada diri seorang gadis yang sedang berdiri terpaku dan kaku, mendongak memandangi sesuatu yang besar di depannya, sebuah plang besar bertanda yang menunjukkan tempat di mana ia berdiri kikuk sekarang, “Stasiun Wengi”. Dari posturnya palingan gadis ini usianya baru lima belas, mungk...
Komentar
Posting Komentar