Postingan

JURU KAWIH

Gambar
“T rang-trang koléntrang Si  londok  paéh nundutan Tikusruk kana durukan Mesat gobang kabuyutan” Dua minggu lalu ada panggilan tanpa nama masuk ke ponselku. Pukul dua pagi. Oh, bukan. Arloji di meja televisi di depanku menunjukkan angka 01.54 pagi. Hampir pukul dua. Kusingkap sedikit bantal yang menghalangi meja sebelah sofa yang kutiduri, di atas sana layar ponselku menyala. Panggilan masuk. Aku kira saat itu aku sedang bermimpi. Membayangkan panggilan interview dari kantor-kantor yang kukirimi lamaran sepanjang sore tadi dalam perjalanan pulang ke rumah, membuat pikiran itu ikut merasuki alam bawah sadarku. Bermimpi mendapat telepon pekerjaan. Ternyata panggilan masuk itu bukan datang dari mimpi. Sial! Sudah satu minggu mengirimi surat lamaran ke berbagai kantor, perusahaan, instansi, bahkan melamar ke bengkel mobil dan toko agen di pasar tradisional. Sore tadi aku terlibat obrolan dengan kawan-kawan kampusku dulu. Kami baru saja merayakan pernikahan salah satu kawan...

HARI AGUNG: HARI LAHIR TANPA PERAYAAN

BAGIAN I:  HAPPY OLD YEAR      Dua minggu lalu, seorang kawan kenalan merekomendasikanku sebuah film yang (katanya) bagus dan cocok untukku. Malam ini, sepuluh menit sebelum ide menulis ini lahir, baru kutuntaskan film itu.      Happy Old Year,  judul film itu. Aku dan kawanku lumayan sering  bertukar film yang pernah kami tonton. Saat itu kami pergi nonton bersama. Namun, bukan  Happy Old Year  yang kami tonton, melainkan film  Fantastic Beast: The Secrets of Dumbledore.     Singkat cerita, selepas memasuki ruang teater dan berhasil menemukan kursi kami,kuberikan tiket nonton itu kepadanya.      "Simpan saja, biasanya cewek suka koleksi tiket nonton 'kan?"     Sejujurnya aku tidak biasa menyimpan tiket nonton. Entah, memilihnya menyisipkan  di sela-sela dompet sama seperti memilih menyimpan sampah bukan pada tempatnya.       Baiklah, mari pahami bahwa setiap...
  Kedukaan & Hari Baru BAGIAN I: HARI-HARI BERSAMA MOLI      Hari ini kami kedatangan tamu. Ada kesedihan yang datang bertubi-tubi menyelimuti hati kami sejak pagi tadi. Ada berkali-kali tangis yang coba kami seka dengan apapun yang bisa menghentikan alirannya. Ada murung yang kami ungkapkan tanpa bisa menghidupkan keceriaan di rumah.       Kami sedang berkabung. Ya, kami. Aku dan keluarga. Ini mungkin akan jadi pengalaman pertamaku tentang kematian dan kehilangan. Sungguh, ternyata semenyakitkan ini menghadapinya. Hari ini, kami harus kehilangan hewan peliharaan kami, Moli.    U sianya memasuki lima bulan. Sudah kurawat sejak ia dilahirkan oleh ibunya. Waktu itu bulan Agustus pertengahan. Cimin, kucing kami melahirkan dua anabul, jantan dua-duanya, sehat dan menggemaskan. Namanya Bolu dan Moli.           Bolu adalah nama pemberian kawanku, katanya Bolu nama yang baik untuk anabul kami. Sedangkan Moli ad...
  Siaran Televisi Akhir Tahun /1/ musim sudah berganti salju-salju dan desember telah terberkati anak-anak akan mulai mengingat bagaimana semua orang memberinya cinta pada satu-satunya wajah  dan hanya satu-satunya.     /2/ mari kita bicara tentang dirimu: siaran televisi pukul dua pagi percakapan bisu yang benar-benar tidak sungguhan dongeng peri-peri yang kehilangan cahayanya dan perjumpaan kau dengan Nona Merta   /3/ atas nama perjuangan kau baitkan pengampunan hidup paling angan Bert, gadis pelukis dan keresahan di tubuhnya kini kita sudah di tepi, kita sudah silih paham kita telah cukupkan  dan cukupkan ini malam   /4/ atas nama perjuangan kalimat itu macet berkali-kali, “bagaimana jika kita berpisah saja” atau   “bagaimana jika kita bertahan saja” semua itu kau tulis tanpa tanda tanya.   /5/ pada akhirnya,  perapian di depan kita sudah lama padam biarkan hangatnya masih me...

CERITA PENDEK - PEREMPUAN DI BATAS KUTUKAN

  Perempuan Di Batas Kutukan   “Barang siapa enggan berpuas pada dirinya dan dunianya sendiri, tiada sanggup menerima apa-apa yang cukup serta mengasihani dan mengasihi siapa-siapa maka ia takkan lelah mengingkari kemahaan Dia yang menyertai dalam dirinya sendiri.”               Suatu sore yang mendung, awan-awan yang menguasai bumi seperti enggan menampakkan keceriaannya yang cerah hari itu. Orang bilang, sesuatu yang besar dan menguasai akan berdampak pada hal kecil disekitarnya. Begitu pula dengan langit yang menaungi bumi yang keparat ini. Nampaknya, kemurungan langit tertuju pada bumi dan seisinya, paling nyata itu ada pada diri seorang gadis yang sedang berdiri terpaku dan kaku, mendongak memandangi sesuatu yang besar di depannya, sebuah plang besar bertanda yang menunjukkan tempat di mana ia berdiri kikuk sekarang, “Stasiun Wengi”. Dari posturnya palingan gadis ini usianya baru lima belas, mungk...

Resensi Buku Sintaksis

Gambar
Resensi Buku : Sintaksis Memahami Satuan Kalimat Perspektif Fungsi Identitas Buku Judul buku                   : Sintaksis Memahami Satuan Kalimat Perspektif Fungsi Penulis                          : Miftahulkhairah Anwar & Sakura Ridwan Editor                           : Suryani Penerbit                        : PT Bumi Aksara Tahun terbit                  : 2015 (cetakan kedua) Isi Buku             B...